Minggu, 27 Mei 2012

MENGAPA SAYA LAYAK MENJADI GURU BERPRESTASI


MENGAPA SAYA LAYAK SEBAGAI
GURU BERPRESTASI




Diajukan oleh

Nama                     : SUPARJO, S.Pd
NIP /NUPTK        : 196711021992031005
Nama Sekolah       : SMP NEGERI 1 GUMELAR
Kabupaten             : BANYUMAS
Provinsi                 : JAWA TENGAH






PEMILIHAN GURU BERPRESTASI SMP/MTz
TINGKAT PROPINSI JAWA TENGAH
TAHUN 2012



BAB I
LATAR BELAKANG

A.    Cita –Cita Sejak Kecil   
Guru merupakan cita-cita saya sejak masih dibangku sekolah dasar, dengan alasan yang cukup sederhana yaitu:  “orang  yang mengajarkan ilmu keabaikan kepada orang lain  akan mendapatkan derajat yang tinggi disisi Alloh”. Jika ilmu yang saya ajarkan diajarkan ke orang lain lagi dan memberi manfaat, maka akan mendapatkan pahala dan derajat semakin tinggi. Dengan inilah saya mencintai profesi saya sekalipun dulu belum banyak yang berminat ingin menjadi guru. Dari 48 delapan siswa sekelas saya ketika di SMA hanya 6 siswa yang mendaftar menjadi guru.
Untuk mewujudkan cita –cita saya itu, saya harus belajar dengan disiplin dan bisa membagi waktu serta berjuang mati-matian.  Bagimana tidak? saya dilahirkan oleh ibu saya pada  keluarga miskin yaitu  petani buruh. Dengan beban keluarga 5 anak bapak harus bekerja keras mencari nafkah supaya bisa bertahan hidup saja sudah suatu anugerah. Setiap hari sehabis pulang sekolah saya makan sholat dan istirahat sebentar terus ke sawah mencari rumput untuk memberi makan 2 ekor sapi yang digunakan untuk buruh membajak sawah.

Biaya sekolah saya sebagian dibantu oleh kakak yang sudah bekerja di pabrik textile  Randu Sari, Teras, Boyolali. Saya tidak mungkin bisa melanjutkan kuliah dengan kondisi seperti ini. Pada awal semester 6 ketika SMA saya ikut mengisi formulir PMDK ( Penelusuran Minat Bakat dan Kemampuan) yang diberikan sekolah, karena pertimbangan biaya saya memilih jurusan fisika IKIP Semarang dengan program pendidikan Diploma III. Alhamdulillah saya terbawa. Karena senangnya orang tua saya akan dibiayahi dengan resiko apapun yang penting bisa kuliah. Dan lulus IKIP Semarang tahun 1990.
Saya tinggal di Purwokerto, tepatnya kelurahan Tanjung, setiap pagi saya harus berangkat menuju  SMP Negeri 1 Gumelar yang jaraknya  40 kilo meter kearah barat daya. Sungguh perjuangan yang berat harus melewati pegunungan kapur dengan jalan berliku, tanjakan dan turunan  tajam.  Karena itu adalah pilihan hidupku, saya  tidak  boleh merasa terbebani oleh pkeputusanku sendiri menjadi guru.  Setiap setengah enam pagi saya sudah bersiap- siap untuk berangkat supaya tidak terlambat sampai di sekolah. Dalam kondisi apapun saya berusaha agar tidak terlambat, supaya anak bisa mencontoh guru yang disiplin dan tepat waktu.
Banyak teman –teman yang menyarankan supaya saya pindah ditempat yang lebih dekat, namun saya  masih pikir –pikir karena selama 20 tahun saya mengajar di SMP Negeri 1 Gumelar belum ada satupun drop-dropan guru yang ijazahnya pendidikan fisika. Mungkin ini cobaan saya agar berlatih sabar. Sebagai manusia biasa  saya juga ingin dekat dengan tempat bekerja namun karena pengganti saya jurusannya belum tepat, saya belum tega untuk melepaskan karena terbayang nilai anak-anak tidak sesuai harapan jika diajar  oleh guru yang bukan jurusannya.  Kadang –kadang saya merasa kurang semangat kalau mau berangkat hujan deras, karena ingat  tugas, tanggung jawab dan ingat guru adalah keputusanku  saya  tetap  berangkat dengan senang hati,  dengan  mantel dan memakai sepatu boot agar dalam perjalanan merasa nyaman  dari cipratan air hujan maupun kendaraan lain.
Sebagai tuntutan guru yang harus memiliki kualifikasi akademik dan agen pembelajaran, sehat jasmnai dan  rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan Tujuan Pendidikan  Nasional ( permendiknas no 16 tahun 2007)  jauh sebelumnya saya berusaha untuk belajar.  Saya diangkat pertama kali menjadi CPNS mulai tanggal 1, Maret 1992 dengan golongan  pangkat II/c dan ijazah yang saya memiliki Diploma III/ Akta Mengajar III. Saya berusaha untuk meningkatkatkan kualifikasi akademik, dengan   meneruskan   kuliah lagi tahun 1995 mumpung anak masih kecil belum banyak tuntutan biaya di Universitas Terbuka  UPBJJ  Purwokerto  dan tahun 1997 saya lulus Srata 1. Agaknya nasib saya  semakin  membaik  tahun 2009 saya sudah  lulus sertifikasi dan memperoleh sertifikat pendidik sebagai agen pembelajaran, sehat jasmnai dan  rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan Tujuan Pendidikan  Nasional.  
B.     Motivasi Saya Mengikuti Pemilhan Guru berprestasi

Pada saat rapat cecking panitia Ujian Nasional tahun pelajaran 2011/2012 tanggal 18 April 2012 kepala sekolah membacakan surat edaran dari kepala dinas pendidikan kabupaten Banyumas yang berisi pemilihan guru berprestasi. Dan akhir rapat dibentuklah panitaia seleksi pemilihan guru berprestasi tingkat sekolah yang terdiri atas kepala sekolah unsur komite, guru senior dan  pengawas. Selama kurun waktu 2 minggu terpilihlah 4 kandidat yang akan diseleksi administrasi, dokumen portofolio dan  mengikuti tes wawancara. Dan alhamdulillah saya mendapat nilai  tertinggi terpilih mewakili SMP Negeri 1 Gumelar untuk maju ke tingkat kabupaten.

Atas dorongan,ucapan selamat dan semangat dari teman- teman, ketua komite dan  perwakilan OSIS saya  harus segera menyiapkan segala persyaratan untuk maju ketingkat kabupaten. Inilah yang mendasari mengapa saya mengikuti pemlihan guru berprestasi. Saya berbekal semangat dan bersungguh- sungguh karena diberi amanat menjalankan tugas untuk membawa nama baik saya dan sekolah. Padahal sebelumnya saya belum ada gambaran mengikuti lomba guru berprestasi.

C.    Visi dan Misi
Saya memiliki prinsip hidup yang diajarkan orang tua yaitu  menjadi orang yang berguna bagi diri sendiri, keluarga dan lebih besar lagi masyarakat bangsa dan negara. Visi saya sebagai guru adalah: “Menjadi guru professional yang dicintai  dan disegani siswa” . Selama saya menjadi siswa hingga menjadi guru selama 20 tahun saya mengamati para pola pikir  siswa. Seorang siswa akan  mengidolakan dan senang pada guru apabila : nilai ulangan  siswa bagus, mengajarnya mudah diterima, memberi motivasi siswa untuk maju, membimbing siswa dengan sabar, guru bisa memberi rasa aman saat suasana belajar (smart). Untuk itu saya berusaha mewujudkan keinginan siswa itu.
Untuk  mewujudkan visi itu saya memiliki missi yaitu: 1) selalu disiplin menjalankan tugas.2) memberikan pengajaran yang menarik berganti –ganti metode dan model pembelajaran sesuai materi, 3) memberi penghargaan ( reward ) pada anak yang berhasil memecahkan masalah 4) menamkan kejujuran saat ulangan dan berperilaku 5) menanmakan sopan santun saat berbicara dan bersikap. Saya terinspirasi oleh guru kimia saat saya sekolah di SMA Negeri 2 Boyolali yaitu bu  Dra.Srie Hastuti dengan kegigihanya beliau bisa menjadi guru kimia. Saat belajar sudah ngantuk tetapi keinginan untuk mendapat nilai tinggi harus tercapai,  telapak kaki dimasukan kedalam ember yang berisi air dingin supaya ngantuknya hilang. Beliau berkata : “dengan usaha yang keras pasti  akan diberi jalan”.

BAB II
SIAPAKAH SAYA
A.    Prestasi Kerja
Dengan bekal mencintai profesi saya sebagai guru  berusaha untuk bisa memenuhi tugas saya : 1)memiliki pemahaman wawasan pendidikan 2) memahami peserta didik 3)merencanakan pembelajaran 4)melaksanakan pembelajaran, mendidik dan dialogis 5)mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki siswa. Dengan usaha yang keras dan semangat yang tinggi pasti akan membuahkan hasil yang baik. Semangat itulah yang menyulut kembali saat saya sedang kurang bergairah untuk mengajar mendidik dan membimbing.
Hasil yang kami peroleh Nilai Ujian Nasional selama 3 tahun sebagai berikut:
Tahun Pelajaran
Nilai Ujian Nasional
Keterangan
B. Indonesia
Matematika
B. Inggris
IPA
2008/2009
2009/2010
2010/2011
7,81
8,07
7,66
8,08
6,55
6,31
5,78
5,98
6,25
7,52
7,29
8,07

Nilai tertinggi 10. Diraih 2 siswa
Nilai tertinggi 10. Diraih 2 siswa

Hasil kerja keras  kami dan rekan guru biologi ternyata menghasilkan nilai yang lumayan.  Nilai maksimal siswa memperoleh nilai sempurna 10 tahun 2010 dua siswa dan tahun 2011 dua siswa lagi. Dari perolehan ujian nasional 3 tahun berturut turut IPA tetap diatas 7,00 dan memenuhi nilai standard nasional  dan bahkan mendorong nilai yang lain untuk memenuhi syarat   pengajuan  menjadi Calon Sekolah Standar Nasional (CSSN ). Pada tahun pelajaran  2010/2011 IPA memperoleh nilai tertinggi dari mata pelajaran yang lain di SMP Negeri 1 Gumelar. Dan IPA memperoleh peringkat 5 Kabupaten sekolah negeri dan peringkat ke 7 untuk sekolah negeri dan swasta. Nilai ini kalah jika dibandingkan dengan sekolah favorit namun kalau dilihat dari segi perjuangan saya jauh lebih susah. Bagi guru disekolah  -sekolah favorit nilai sepertiyang saya capai, biasa saja karena input disekolah favorite sudah tinggi, setelah lulus punya harapan besar untuk melanjutkan. Selain input  siswa bagus, siswa kota masih les privat diluar sekolah. Sedang siswa saya adalah siswa di daerah pinggiran yang kalau disuruh sekolah gratis  saja susah. Di SMP Negeri 1 Gumelar terletak di desa yang jauh dari perkotaan kebanyakan siswa yang sekolah hanya dari lingkungan setempat. Dan kebanyakan setelah lulus SMP langsung bekerja di Jakarta jadi pelayan toko, pembantu rumah tangga bahkan kuli bangunan.
Mengajar ditempat seperti ini sulit sekali untuk membangkitkan motivasi apalagi orang tua kurang begitu mendukung. Banyak orang tua yang bekerja di Saudi Arabia, Malaysia, Taiwan dan Korea. Masalah penampilan mungkin tidak ketinggalan dengan siswa perkotaan. Mulai HP canggih, perhiasan, motor, tetapi kalau urusan belajar susahnya minta ampun. Anak yang dibesarkan hanya dengan uang bukan kasih sayang lebih sukar diatur dibandingkan dengan siswa yang dibesarkan dengan motivasi, dorongan orang tua, pengawasan dan kasih sayang.
Mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki siswa, saya berusaha membimbing siswa untuk mengikuti lomba yang sesuai dengan bidang yang saya ampu melalui ekstrakurikuler KIR Sains Fisika. Dari usaha tersebut saya mampu mengantarkan beberapa siswa sampai  memperoleh hasil sebagai berikut:
No
Nama Siswa
Lomba Kejuaraan
hasil
Tahun
1
2
3
4

Galih Nur Afnani
Sely Dwi Lestari
Fitriana Ratih Ariningrum
Ratih Setiasih
Olympiade Fisika
Olympiade Fisika
Olympiade Fisika
Olympiade MIPA
SMA Ajibarang
Juara 2 Kabupaten
Juara 3 Kabupaten
Harapan 3 Kabupaten
Juara 1 Kabupaten
2005
2006
2009
2012




Disamping membimbing  siswa saya juga pernah dipercaya membimbing teman sejawat antara lain pada acara:
No
Nama Kegiatan
Tempat
Materi
Tahun
1
Workshop Desain Pembe-lajaran
UPMP
Penyusunan silabus
2007
2
Program Revitalisasi MGMP
Banyumas
Karya  Tulis Ilmiah
2009
3
Workshop KTSP
SMPN 1 Gumelar
Penyusunan silabus
2009
4
Workshop PTK
SMPN 1 Gumelar
Penelitian tindakan Kelas
2009
5
Program literasi ICT Dasar Tahap 1
SMP N 3 Purwokerto
Windows Explorer
2009
6
Program literasi ICT Dasar Tahap 2
SMP N 3 Purwokerto
Windows Explorer
2009
7
Pelatihan guru mapael yang diujikan secara Nasional
Balai Pertemuan kelu-rahan Purwokerto Timur
Soal persiapan UN
2010
8
Workshop bintek KTSP
SMPN 1 Gumelar
Model pembelajaran Kontekstual
2011
Dilingkungan  sekolah saya juga pernah diberi tugas tertentu mulai petugas piket hingga wakil kepala sekolah. Tugas tertentu yang pernah diberikan saya antara lain: adalah:
No
Nama Jabatan
Tahun Tugas
Nama Kepala Sekolah
1.
Kesiswaan
2001—2003
Suwatno
2
Kurikulum
2003—2005
Daud Dwi Sudarto, S.Pd
3
Kurikulum
2005—2007
Daud Dwi sudarto, S.pd
4
Wakil Kepala Sekolah
2007—2009
Dibyo Yuwono, S.Pd
5
Humas
2009--sekarang
Drs. Purnomo sidi
Sebagai guru untuk menambah pergaulan saya ikut organisasi profesi MGMP, PGRI maupun Pengurus RT.
Data menjadi mengikuti  organisasi
No
Nama orga-nisasi
Kedudukan  dalam Organisasi
Tahun
Nama Pimpinan
1
MGMP
Ketua
2000-2003
Muh. Ardani, S.Pd,M.Pd
2
MGMP
Bendahara
2003-2005
Drs. Sutjipto DS
3
PGRI
Wakil Ketua
2003-2005
Drs. Tursim
4
RT
Sekretaris
2005-2009
Wahyu Adhi Fibriyanto,S.STP
5
MGMP
Bendahara
2005-2009
Drs. H. Haris Nurtriono, M.Si
6
MGMP
Sekretaris
2009-2011
Drs.Purwadi Santoso, M.Hum
B.     Pengalaman Sebagai Guru
Pada tahun 1993 ada lomba guru mengenai karya ilmiah dengan berbekal kemampuan  yang  sedikit  saya  mencoba  ikut  barang kali bisa menambah pengalaman saya membuat karya ilmiah dengan judul “ Pengaruh  Grafitasi  Bumi Terhadap Cahaya Matahari “  dan  Alhamdulillah  pada ulang  tahun  UNSOED tersebut makalah saya diikutkan dalam seminar dan saya menjadi penyaji makalah penunjang. Pada tahun 2003 ada lagi lomba menulis karya ilmiah PTK pada waktu itu saya belum mengenal sedikitpun makalah PTK atas usul kepala sekolah waktu itu bapak  Daud  Dwi  Sudarto  saya disuruh mengikuti, tanpa bekal pengetahuan  sama sekali tentang PTK saya membuat sebisanya, kalau sekarang melihat makalah saya sendiri saya jadi  malu rasanya, karena tidak berbunyi sama sekali. Namun itu menjadi  berkah  bagi saya, karena saya bisa diikutkan   SIMPOSIUM GURU ke VI tingkat Nasional di Kota Batu Malang JATIM.
Dari sini kami melihat presentasi wakil dari semua provinsi di wilayah Negara Kesatuan  Republik  Indonesaia sehingga saya banyak sekali memperoleh wawasan mengenai PTK. Bermacam –macam model pembeljaran sebagai dasar PTK. Pengalaman ini membuat saya semakin beinstrosfeksi untuk lebih meningkatkan kemampuan mengajar dengan baik dan menyenangkan, ternyata di dunia luar itu sudah begitu hebat –hebat sementara saya masih jauh tertinggal. Tahun 2005 ada tes penjaringan PTBK          ( Pelatihan Terintegrasi Berbasis Kompetensi ) saya dan rekan rekan IPA dari kabupaten Banyumas terpilih 5 orang untuk mengikuti ToT tingkat nasional di PPPG Bandung yaitu: Suhriyanto dari SMP N 2 Baturaden, Rumbiyono dari SMP N 3 Purwokerto, Suparjo dari SMPN1 Gumelar ( saya sendiri ), Imam Sujono  dari  SMPN 4  Purwokerto, dan Tugino dari SMP N 2 Sumbang. Pada Pelatihan  ini saya  dan  rekan- rekan memperoleh banyak sekali pengalaman baik materi maupun model pembelajaran kurikulum dan penjelasan KTSP pertama yang sedang dalam proses akan diluncurkan.
Menjelang akhir tahun 2006 tepatnya bulan September ada lomba Inovasi pembelajaran bagi guru. Karena desakan dari rekan-rekan pengurus MGMP saya diharuskan untuk mewakili IPA Fisika dan pak Trisnatun mewakili IPA Biologi, saya hanya pasrah karena ini tugas dari MGMP, saya berusaha semampunya dan ternyata Alloh memberi  kebahagiaan tersendiri Alhamdulillah  saya terpilih menjadi juara 1 tingkat  Propinsi Jawa Tengah  untuk  IPA dan  mewakili propinsi untuk maju ke tingkat nasional di Ci Caringin Resort Bogor. Sekalipun di tingkat nasional belum menang namun saya cukup senang karena dapat menambah wawasan dan teman.

C.    Prestasi Pengembangan Profesi
Sebagai guru yang professional saya  dituntut  untuk membuat karya ilmiah sekalipun ini pekerjaan  yang sulit, sudah   6 tahun berjalan mulai tahun 2006  saya baru mampu membuat 3 makalah dan satu lagi masih dalam proses untuk rencana naik pangkat ke IV b bulan Oktober nanti. Adapun  makalah  yang pernah  saya buat  adalah:
1.      Pengaruh Grafitasi Bumi Terhadap Cahaya Matahari ( 1993)
2.      Inovasi Model  Pembangkit  Listrik Tenaga Uap  Untuk  Menunjang  Metode Demonstrasi  Dalam  Pembellajaran  Konsep kalor  Kelas II SLPN 1 Gumelar      ( 2003) ( diikutkan Simposium guru ke VI di Kota Batu Malang Jatim )
3.      Reward  Card dan Pendekatan Inquiry Sebagai Upaya Peningkatan Motivasi Belajar Sains Fisika Pada siswa 8E SMPN 1 Gumelar Tahun Pelajaran 2006/2007 (2006 ) ( menjadi juara 1 Jateng dan mewakili untuk maju ketingkat nasional )
4.      Groups Competition Leraning Sebagai upaya Peninghkatan Motivasi Belajar Sains Fisika pada Siswa Kelas 9F SMPN 1 Gumelar Tahun Pelajaran 2007/2008   ( 2008) (Telah diseminarkan pada pemilihan guru berprestasi 2008 dan memperoleh peringkat 4 besar)
5.      Upaya peningkatan Keaktifan Siswa Melalui Groups  Competition Leraning pada Siswa Kelas 9D SMPN 1 gumelar Tahun Pelajaran 2010/2011.  ( 2011)
6.      Upaya Peningkatan Hasil Ujian Nasional IPA melalui Tehnik DRiL SMP Negeri 1 Gumelar tahun Pelajaran 2011/2012  ( masih menunggu data  hasil UN 2012)
Pada pengembangan Profesi yang lain saya dan rekan –rekan MGMP IPA telah menerbitkan Buku DISCOVERY Menguak  Rahasia Alam selama  6 Tahun yaitu mulai tahun 2006  hingga sekarang sudah ada 7 buku yang telah terbit.
Selain menyusun  buku bersama rekan –rekan saya juga berusaha untuk menjadikan siswa menjadi lebih mudah menerima pelajaran yang saya berikan. Membuat alat peraga yang dilaboratorium belum ada. Alat peraga yang yang saya buat adalah termos bambu untuk menjelaskan perpndahan kalor secara konduksi, konveksi dan radiasi. Elektroskop sederhana untuk menjelaskan adanya muatan listrik dan Model Pembangkit listrik tenaga uap, untuk menjelaskan perubahan bentuk energy dan konsep kalor. Jika menggunakan bahan bakar alcohol bisa juga untuk menjelaskan bahayanya penggunaan alkohol.









BAB III
PRESTASI DALAM KELUARGA DAN MASYARAKAT
A.    Berubahnya Anaku
Dahulu  aku menginginkan istri yang sholekah, cantik,pinter dan sayang sama aku alhamdulillah saya dapatkan. Istriku seorang wanita lulusan STIKUBANK Semarang. Setelah terjadi prosesi pernikahan dan oleh Alloh istriku mengandung karana sangat senangnya aku bersyukur, saya berpuasa senin kamis sampai anaku lahir menghirup udara sendiri tanpa bantuan plasenta. Anaku kian lama kian tumbuh besar dengan asuan  mbah karena keterbatasanku, belum mampu mandiri untuk menempati rumah kreditan di Purwokerto. Rumah yang saya kredit belum direhab, saya  kos sendiri di Cilongok sementara istri berpisah dengan saya. Pulang di Purbalingga mengawasi anaku yang mulai lucu-lucunya dan menyenangkan.
Anaku tumbuh menjadi anak yang patuh dan pinter. Sekolah rajin sholat malam rajin bahkan klo malam tidak ikut di bangunkan untuk sholat  malam ngambek. Karena anaku menonjol dalam hasil belajar akhirnya anakku di tes IQ dan mampu dimasukan kedalam kelas akselerasi dari sekian banyak anakku mampu masuk 5 besar MI Istiqomah Sambas Purbalingga. Suatu prestasi yang bagus yang membanggakan orang tua dan sekolah. Anaku dipilih jadi dokter kecil sewaktu lomba sekolah sehat tingkat nasional. Karena suatu hal adiku di PHK dari pekerjaannya, dan belum mendapat pekerjaan lagi terpaksa harus pulang di Purbalingga. Akhirnya dengan mempertimbangkan segala macam aspek anaku saya pindahkan ke Purwokerto di Sekolah Dasar Karang Pucung 2 dekat perumahan yang kami tempati. Sambil latihan mandiri membiayahi anak, dan membayar  pembantu untuk mengasuh anak, karena kami semua bekerja.
Agaknya ini awal anaku yang terbiasa disiplin pulang jam 3 sore berubah menjadi sekolah umum yang bebas. Mulai main, Play Stations, dengan teman -teman seusianya. Berkat pengawasan orang tua sama pembantu anak kami  masih baik dalam prestaasi dan bisa maasuk ke SMP Negeri 1 Purwokerto. Di kelas 1 masih berjalan normal dikelas 2 mulai berteman teman dengan anak yang suka intenernetan, merokok, dan  membolos. Pukulan bagi kami berdua, anak saya  membolos  hingga 27 hari dan kami didatangi guru BP. Nilainya hancur dan  prestasnyai jeblog ranking 12 jadi ranking 27 kelas. Selaku orang tua kami  masih  bersabar  dan terus  berdoa  supaya  anak  kami  tetap menjadi anak yang baik.
Tanggal 19 Maret 2009 anaku kecelakan  karena didorong temannya hinnga terjatuh masuk parid kaki bagian tumit retak, menyebabkan harus istirahat kurang lebih 2 minggu. Mulai kejadian ini anak saya tidak bisa jalan sendiri harus dipapah, ke kamar kecil, mandi semuanya harus memerlukan bantuan,  karena hanya duduk seharian bosan, yang biasanya sudah main game online sekarang tidak bisa melakukan lagi. Akhirnya selama 2 minggu beristirahat itu mau membaca buku dan mau belajar dengan keterpaksaan karena keadaan. Nilai ulangan harian, try out yang tadinya jelek tiba tiba naik drastis,yang mula –mula ranking 122 paralel dari 385 siswa, naik menjadi ranking 70 dengan rata- rata 7,76 dan pada try out ke 3 naik lagi ranking 36 denan rata-rata nilai diatas 9. Hasil UN anak saya lumayan jumlah nilainya 35,80 dan masih bisa masuk SMA Negeri 1 Purwokerto.
Saat masuk SMA seperti anak lain anak saya belikan motor baru sebagai hadiah berubahnya sikap. Namun apa yang saya dapat, motor malah dipretel ikut-ikutan teman knalpot diganti yang bersuara brisik, saringan udara dicopot, jok ditipiskan ban diganti yang kecil, tebeng dibuka, gagang rem diganti. Suatu Pekerjaan berat bagi saya, rupanya ini adalah aksi protes dulu yang sendirian sekarang punya adik lagi, ucapan anak saya:” sekarang orang tua tidak cinta lagi!, apa- apa adik apa apa adik”. Saya memiliki anak kedua setelah yang besar klas 9 SMP karena istri KB, setelah lima tahun dilepas 6 tahun baru hamil, lalu miskram sampai 2 kali dan akhirnya jaraknya terpaut 12 tahun.
 Suatu ketika anak saya ajak pulang lebaran  ke Boyolali naik motor sambil bertamasya touring melewati Wonosobo, Salaman, Candi Borobudur, Ketep, Gunung Merapi, Selo dan Cepogo hingga sampai di rumah  orang tuaku. Ketika dalam perjalanan, istirahat sholat, mampir makan di rumah makan, selalu saya nasehati pelan- pelan. Saya jelaskan  “kalau naik motor dengan kenalpot berbunyi keras jika melewati rumah orang tua yang sakit sampai terbangun apa tidak kasihan mas?” dan  “tidak bisa tidur gara-gara suara motormu?”.  Kalau saringan udara dilepas nanti karburator menjadi cepet kotor dan bisa macet, seandainya kamu macet pas ditempat yang jauh dari bengkel apa kamu tidak beresiko nuntun jarak jauh?. Mungkin juga pas hujan karena saringan udara membuka bisa kemasukan air dan macet?. Saya beri gambaran gambaran logis dan harus di pikir. Hadiah dari perjalanan jauh ini memberi perubahan. Sepulang dari Boyolali knalpot dan filter udara dipasang kembali.
B.     Menjadi Guru Les
Untuk menambah penghasilan karena saya laju dari Purwokerto Gumelar memerlukan transport yang banyak saya ikut mengeles di bimbingan belajar Be Better tahun 1999 di Pasar Cermai, Purwosari, Purwokerto. Waktu itu saya mengajar sekali mengajar di beri transport Rp.2.500,00 karena saya mendapat 8 jam saya mendapat penghasilan dari mengeles Rp.20.000,00 lumayan. Karena capai dan jarak yang cukup jauh saya  mengundurkan diri. Namun apa yang terjadi banyak siswa yang dari mulut ke mulut bagai  iklan berjalan ternyata banyak siswa yang senang saya ajar ketika masih di bimbingan belajar dan minta les privat sendiri dirumahnya atau datang kerumah saya.

Sungguh kebahagianku tersendiri saya pertama kali membuka les memiliki 3 kelompok, yang terdiri atas anak SMPN 5, SMPN 6, SMPN 8, SMPN 2 dan SMPN 1 Purwokerto. Dengan sungguh sungguh saya mengajar Matematika dan Fisika, pertama kali hasil UN siswa yang les pada saya cukup bagus paling rendah nilai matematika 7,33 dan yang terbagus 10 dua siswa waktu itu jumlah soal matematika 30 butir soal. Tahun berikutnya semakin bertambah saja siswa saya hingga memiliki 8 kelompok. Sampai saat ini siswa yang saya les sudah ada yang menjadi dokter, tembus AKPOL, ahli tehnik, pegawai Bank, Perawat, PLN, dan lain- lain. Alhamdulillah hingga saat ini saya masih di percaya oleh masyarakat untuk mengajar les putra-putrinya.

C.    Berbakti Pada Masyarakat
Tahun 2006 teman kerja istri saya kecelakan di depan pabrik plastik Setia Kawan, dan membutuhkan banyak darah. Kebetulan saya golongan darah A, saya siap dan rela untuk donor, sekalipun takut karena baru pertama kali diambil darah saya. Tiga minggu berikutnya teman istri saya sudah bisa pulang dan dinyatakan sembuh. Mulai saat inilah saya rela diambil darah saya untuk orang lain yang membutuhkan, ternyata saya punya perasaan senang ketika saya bisa bermanfaat bagi orang lain. Saya akhirnya resmi menjadi pendonor darah rutin di PMI cabang Purwokerto. Saya berprinsip kalau darah saya mengalir pada orang lain karena kiklasan maka pahala akan mengalir sebagai amal jariayah saya kepada orang lain. Dan seandainya saya mati darah saya masih mengalir pada orang lain orang lain donor lagi ke orang lain maka seakan –akan saya hidup terus menerus selalu berbuat kebaikan.
Saya sebagai pribadi Guru juga sebagai pribadi saya sendiri yang harus hidup dilingkungan masyarakat kompleks. Menjadi panutan  keluarga  harus  berwibawa dihadapan anak dan istri, bijaksana dalam memberikan penyelesaian masalah keluarga. Di lingkungan masyarakat  saya dipercaya  menjadi sekretaris RT dengan SK Lurah Tanjung ,kecamatan Purwokerto selatan. Saya mengabdikan diri dilingkungan masyarakat RT merasa senang karena saya bisa  membantu meringankan masyarakat yang memerlukan administrasi surat – menyurat  untuk kepentingan masyarakat. Menjalin kerjasama masyarakat,  paguyuban, ronda malam sambil mengambil jimpitan  dan menjalain kekompakan di lingkungan masyarakat.
Sebagai makluk sosial apapun yang bermanfaat bagi orang lain dengan dasar             “Wamimma rojaqnahum yunfiqun…“  dan sebagian dari rejekimu infaqkan  ( sodakoh-kan ),  maka dengan dasar ayat Alloh  tesebut saya tersentuh untuk ikut infaq dan sodakoh melalui Badan Amal Zakat dan Sodakoh “LAZIZ” yang dikelolala oleh pengurus  muhammadiyah  Tanjung  guna  meringankan  masyarakat  yang  membutuhkan  yaitu mengelola anak yatim piatu dipanti asuhan dan membantu orang duafa dan papa cintraka yang perlu dibantu.
Disekolah saya juga ikut infak untuk membantu siswa yang perlu dibantu, seperti menbelikan pakaian, sepatu, buku. Infak yang dikelola sekolah dipotong langsung dari gaji 60% disearahkan ke badan amal zakat dan sodakoh tingkat kabupaten dan  yang 40% dikelola  sendiri untuk kebutuhan masyarakat sekitar sekolah dan siswa yang berhak menerima. Sehingga banyak siswa yang bisa ditolong melalui infak tersebut.





BAB IV
HARAPAN DAN  RENCANA MASA DATANG
Indonesia adalah negara yang kaya raya, mulai hasil bumi, hasil laut, kekyaan laut, tambang mineral, hasil hutan, plora fauna, adat budaya yang tinggi, kesenian yang indah sampai dikagumi oleh dunia, semua bisa di jadikan modal untuk membangun dan membesarkan bangsa ini. Kekayaan itu dapat dikelola oleh orang yang tepat yaitu memiliki: integritas, ketaqwawaan, cerdas, terampil, jujur  dan ahli sesuai dengan keahlia masing –masing.  Banyak potensi siswa Indonesia terbukti bisa berbicara di tingkat dunia.
Banyak mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri dan disana bisa sukses dan menonjol dalam kemampuannya itu semua adalah modal yang bisa digunakan untuk membangun dan membesarkan bangsa seperti ketika jaman Majapahit yang jaya dan bersatu padu. Seperti sumpah maha patih Gajah Mada tidak akan makan gula sebelum nusantara bersatu. Jiwa seperti itu bisa kita tumbuhkan kembali. Seperti para pahlawan yang rela berjuang mati berkalang tanah asal  Indonesia merdeka. Bila jiwa- jiwa seperti ini tumbuh di hati para siswa maka Indonesia akan bangkit kembali. Tidak ada lagi cerita tawuran pelajar, tidak ada pelajar terjerat narkoba, tidak ada pelajar tertangkap berpesta minum min uman keras,  tidak ada pelajar pesta sex, dan sebagainya.
Untuk menjadikan, atau mengubah  siswa menjadi lebih baik lagi agaknya susah, karena melihat tayangan di TV, internet, dan media masa yang semakin canggih dan cepat menjadi guru mereka. Namun sebagai guru harus selalu yakin jika kita bisa dijadikan contoh dan panutan yang baik bisa untuk menangkis itu semua. Dalam melaksanakan pembelajaran saya selalu menekankan bahwa ilmu akan dicapai melalui proses, dengan proses yang baik akan meningkatkan kualitas siswa.
Untuk mencapai peningkatan mutu pendidikan saya merencanakan beberapa program yaitu:
1.      Dalam mengajar membuat RPP yang memiliki bobot karakter, ketaqwaan, kejujuran, disiplin, kerjasama, bertanggung jawab, kemandirian, berpikir kritis logis dan sebagainya.
2.      Mengajar dengan memanfaatkan tehnologi, media pembelajaran, dan model pembelajaran yang bervariasi.
3.      Mengajar  dengan  melakukan  proses dilaboratorium, dengan Contextual Teaching and Learning.
4.      Tidak membedakan antara siswa priya dan wanita’ kaya miskin, ras keturunan, suku,budaya dan agama.
5.      Mengadakan evaluasi diri untuk memperbaiki kinerja yang akan datang, melalui penelitian tindakan kelas, sharing dengan sesama guru, guru BK, tenaga TU,unsur komite , kepala sekolah dan orang tua melalui home visit.
Dengan 5 langkah tersebut saya berharap mutu pendidikan akan meningkat segi pembelajaran, kepribadian, ketreampilan aklaq mulia dan kualitas hasil belajar. Sehingga diharpkan siswa dapat memiliki keterampilan, kecakapan hidup, untuk dirinya sendiri masyarakat bangsa dan negara.












Makalah ini juga bisa diakses melalui blog saya http://Jagadsuminar.blogspot.com





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar